Resensi novel RUMAH TANPA JENDELA karya Asma Nadia



KEINGINAN SEDERHANA YANG SULIT TERWUJUD

Judul buku      : Rumah Tanpa Jendela
Pengarang       : Asma Nadia
Penerbit           : Republika Penerbit
Tahun Terbit    : 2017
Cetakan Ke-    : 1
Tebal Buku      : 214
Harga Buku     : Rp 57.000,00.
            Asma Nadia dikenal sebagai salah satu penulis best seller paling produktif di Indonesia. Berbagai penghargaan dibidang penulisan diraihnya. Lebih dari 50 bukunya telah diterbitkan dalam bentuk novel, kumpulan cerpen, dan non-fiksi. Sang penulis tercatat sebagai satu dari 500 muslim paling berpengaruh di dunia. Ia kerap mengisi berbagai workshop dan dialog kepenulisan keberbagai pelosok tanah air hingga lima benua. Asma Nadia kini juga dikenal sebagai Jilbab Traveller. Sudah lebih dari 60 negara dan 324 kota telah dikunjunginya.
            Novel ini menceritakan sosok gadis kecil periang berusia 8 tahun yang bernama Rara. Ia dan teman-temannya hidup sebagai seorang pengamen dan ojek payung ketika musim hujan tiba. Sebagai gadis kecil, ia tidak pernah merasa kekurangan apapun, orang tuanya sangat menyayanginya dan tak pernah memarahinya seperti orang tua teman-temannya yang lain. Rara mempunyai mimpi sederhana yang ingin sekali terwujud, yaitu mempunyai sebuah jendela di rumah kecilnya yang berdinding triplek. Ia ingin sekali bisa melihat keindahan dunia tanpa harus keluar rumah, dan tak harus menyalakan lampu ketika siang hari meskipun pintunya tertutup. Namun, keinginannya tersebut sulit untuk terwujud sehingga ia harus berusaha untuk mewujudkannya.
            Novel ini mengisahkan sebuah tatanan cerita yang sangat menginspirasi, yaitu adanya pelajaran yang tersirat untuk selalu bersyukur dalam menjalani hidup. Kalimat yang dipakai dalam novel ini pun cukup baik, karena mudah dipahami pembaca. Kelemahan novel ini adalah alur ceritanya yang melompat-lompat. Novel ini tiba-tiba membahas satu kejadian berbeda-beda, sehingga membuat pembaca bingung.
            Melalui ceritanya yang inspiratif, novel ini cocok dibaca bagi semua kalangan, karena intisari yang terkandung didalamnya merupakan sebuah cerita yang disusun dalam kerangka pemahaman yang sederhana namun penuh akan makna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH PENIULISAN DAN PEMBUKUAN AL-QURAN PADA MASA SAHABAT