UIN Sunan Kalijaga Klarifikasi Status Dosen Penyebar Hoaks, Sejak 2016 Tara Sudah Diberhentikan sebagai Pengajar Tidak Tetap di UIN Suka

Ditangkapnya Tara Arsih Wijayani oleh Polres Majalengka, Jawa Barat, karena yang bersangkutan telah menyebarkan berita bohong yang menyatakan seorang muazin dibunuh, membuat Perguruan Tinggi di Yogyakarta prihatin. Utamanya adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta , Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Sanata Dharma (USD). Tara Arsih Wijayani diduga adalah anggota dari Moslem Cyber Army (MCA). Pada pemberitaan di media online Tirto. Id, disebutkan bahwa yang bersangkutan berstatus sebagai pengajar di UIN Suka, UII dan merupakan alumni USD. Rupanya Tirto.id mengambil data status yang bersangkutan secara online dari home base sistem informasi akademik UIN Sunan Kalijaga.
Berkenaan dengan status yang bersangkutan yang sudah diberhentikan sebagai dosen honorer (sudah tidak lagi mengajar di Pusat Pengembangan Bahasa-PPB) kampus UIN Sunan Kalijaga, berikut disampaikan klarifikasi dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Sutrisno, M. Ag., Kepala Bagian Kepegawaian UIN Sunan Kalijaga, Dra. Kenya Budiati, M. Si., Kepala UPT. PPB, Dr. Sembodo Ardi Widodo, M. Ag. dan Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Prof. Dr. H. Alwan Khoiri, M.A. dan Kaprodi Sastra Inggris, Dr. Ubaidillah, M. Hum.
Dimintai keterangan dari Humas tetang status Tara Arsih Wijayani yang menyebutkan sebagai dosen Fakultas Adab dan Ilmu Dudaya UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Alwan Khoiri, M.A., menyampaikan bahwa, Tara bukan dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Dia adalah pengajar tidak tetap yang mengajar Bahasa Inggris di PPB. Namun status administrasi dititipkan di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya untuk memudahkan administrasi akademik. Dia dikontrak PPB. Karena harus terdata di database UIN Suka, maka databasenya tertulis dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Tetapi yang bersangkutan bukan dosen Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (baik dosen tetap maupun dosen kotrak), demikian tegas Prof. Dr. H. Alwan Khoiri, M.A.
Ketua Prodi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Dr. Ubaidilah, M. Hum. Menambahkan, Faktanya, Tara adalah dosen honorer untuk pelatihan bahasa Inggris di Pusat Pengembangan Bahasa, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semua dosen honorer PPB UIN Sunan Kalijaga ketika ingin mendapatkan akses internet gratis di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga harus didata terlebih dahulu oleh pihak PTIPD untuk mendapatkan user dan password, yang sebelumnya nama dosen yang bersangkutan harus dimasukkan home base dosen fakultas. Kebetulan yang bersangkutan diikutkan ke homebase Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Selain itu, pencantuman nama yang bersangkutan di salah satu fakultas juga untuk memudahkan jika ada nilai pelatihan bahasa Inggris di PPB yang akan dikonversi menjadi nilai mata kuliah bahasa Inggris di fakultas tertentu. Amat disayangkan pihak tirto.id tidak mengklarifikasikan hal ini terlebih dahulu kepada pihak Prodi Sastra Inggris sebelum memberitakannya ke khalayak.
Ditemui Humas di ruang kerjanya, Dr. Sembodo menyampaikan bahwa Tara Arsih Wijayani dikontrak sebagai pengajar Bahasa Inggris di PPB pada tahun 2008, pada saat Kepala UPT PPB dijabat oleh Dr. H. Muhammad Amin, Lc. MA., dengan status sebagai pengajar tidak tetap. Berdasarkan rapat di jajaran managemen PPB, diputuskan pada akhir tahun 2016 Tara Asih Wijayani diberhentikan sebagai pengajar. Menurut Dr. Sembodo, Keputusan memberhentikan Tara didasarkan pada aturan kedisiplinan yang berlaku di kampus UIN Sunan Kalijaga. Tara sering meninggalkan tugas mengajar di kelas dengan alasan keluarga. Dia sering bolak-balik ke Jakarta dengan alasan yang tidak jelas. Menurut keterangan rekan sejawat, saat-saat sebelum diberhentikan, Tara menunjukkan sikap yang tertutup. Tidak lagi komunikatif, seperti sikap sebelumnya yang setelah ngajar menyempatkan diri ngobrol dengan teman sejawat. Secara pribadi Dr. Sembodo menyatakan tidak sepakat dengan apa yang dilakukan Tara. Perilaku Tara yang menebar kebencian dan berita hoax menurutnya, bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di kampus UIN Sunan Kalijaga, yakni; Sopan santun dalam berkomunikasi, sangat menjunjung tinggi sikap toleransi, kebersamaan dan mendukung tetap tegaknya NKRI. (Tim Humas)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi novel RUMAH TANPA JENDELA karya Asma Nadia

SEJARAH PENIULISAN DAN PEMBUKUAN AL-QURAN PADA MASA SAHABAT