ESAI MARAKNYA KASUS KORUPSI DI INDONESIA
Korupsi
merupakan kasus yang tengah marak dibicarakan di dunia. Bahkan di negara
Indonesia korupsi sudah menjadi hal biasa yang tidak lagi mengejutkan
masyarakat. Maraknya kasus korupsi telah membawa dampak yang signifikan dalam
segala aspek kehidupan masyarakat, misalnya pendidikan, kesejahteraan
masyarakat, dan lain sebagainya. Korupsi sendiri ialah tindakan melawan hukum
yang secara tidak wajar menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan
kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
Kasus
korupsi ini tentunya disebabkan oleh beberapa hal. Seperti kasus korupsi yang terjadi di lingkungan
pemerintah provinsi Banten. Ketua KPK menilai bahwa pengawasan yang lemah
merupakan salah satu penyebab dari kasus tindak pidana tersebut. Tidak hanya
itu, adanya sifat rakus atau tamak yang terdapat dalam diri seseorang yang
memiliki jabatan tinggi juga merupakan salah satu penyebab terjadinya korupsi.
Karena pada dasarnya setiap orang memiliki keinginan yang harus direalisasikan
oleh materi dan demi memiliki materi tersebut, dihalalkanlah berbagai cara,
salah satunya dengan memakan harta rakyat.
Hal-hal
tersebut, menyebabkan terjadinya korupsi yang pastinya sangat merugikan
berbagai pihak. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dari segi kepemerintahan
dan politik, namun juga merambah dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Contohnya adalah kasus penyalahgunaan dana BOS oleh pejabat Lamongan yang
baru-baru ini hangat diperbincangkan. Tak tanggung-tanggung, korupsi ini
terjadi selama empat tahun dan menghabiskan uang negara sebesar Rp. 204 juta.
Kasus ini tentu sangat merugikan, di mana dana-dana yang seharusnya
dipergunakan untuk operasional sekolah seperti pengadaan buku-buku pelajaran
dan pembiayaan infrastuktur sekolah justru disalahgunakan untuk kepentingan
pribadi. Hal ini tentunya menghambat keberlangsungan proses belajar mengajar.
Disamping
menimbulkan kerugian di bidang pendidikan, kasus korupsi juga mempengaruhi
kemajuan masyarakat. Contohnya kasus korupsi yang dilakukan 14 kepala desa di
daerah Purworejo, Jawa Tengah. Para
kepala desa memark-up (menaikkan)
harga dan memalsukan kuantitas barang dalam pembangunan di desa, sehingga
pengeluaran untuk pembiayaan pembangunan juga meningkat. Kelebihan biaya yang
didapat, dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi. Sehingga perkembangan
desa terhambat dan otomatis keleluasaan masyarakat juga terhambat. Misalnya, Jika
dana pembangunan yang digunakan untuk memperbaiki jembatan dikorupsi akan
berdampak pada pembangunan jembatan tersebut, yang seharusnya dibangun 2 meter
hanya dibangun 1 meter. Maka, akses jembatan yang rencananya akan selesai 2
bulan menjadi 4 bulan. Aktivitas masyarakat sudah pasti terganggu karena
jembatan tersebut menjadi akses keluar-masuk desa tersebut.
Oleh
karena itu, sangatlah jelas dampak korupsi yang ditimbulkan oleh manusia yang
tidak bertanggung jawab dan mereka yang memiliki sifat rakus. Kasus ini tidak
hanya merugikan kepemerintahan atau politik, namun merambah ke dunia pendidikan
dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan kasus-kasus diatas, diharapkan kepada
pemerintah untuk saling bekerjasama dengan masyarakat dalam menanggulangi
korupsi. Hal itu dapat dilakukan dengan cara memaksimalkan penegakan hukum
sebagaimana hukum yang berlaku dan menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui
sosialisasi tentang bahaya korupsi, terutama pada generasi muda.
Komentar
Posting Komentar